Huh..., matahari memang tak lagi bersahabat denganKu, pavlingblock yang menghiasi pelataran parkir dikampusKu meyimpan panasnya mentari hingga membuat panas wajahKu.PA yang sudah kangen denganKu karena sudah lama tidak bertemu semenjak 2 semester yang lalu, telah melampiaskan rindunya denganKu. Aku hanya merapatkan kaki meluruskan tangan, layaknya seorang tersangka kena sidang. "Anda itu sudah berjanji akan menyelesaikan tugas labor,"bentak PA sambil sedikit membesarkan matanya, tapi aku sudah cukup berpengalaman dalam hal ini, disamping aku berbakat dalam politik, aku juga belajar pemahaman karakter,seandainya saja Aku mengambil jurusan psikologi, mungkin aku sudah menjadi psikiater kondang dikotaKu, dan Aku juga berpengalaman bagaimana cara menghadapi harimau yang lagi sakit gigi, babi yang lagi masuk angin, ular yang lagi keseleo pingganngnya....ha.ha..ha....dalam hatiKu setelah akhirnya PA ku memaklumi alasan yang Aku rangkai begitu rupa.Maklum Aku memang punya profesi sebagai perangkai puisi, kalau gak', ya gak mungkinlah para geganteng di kampus ini bersimpuh di kakiku,,,"ha..ha...ha... sekali lagi Aku tertawa dalam hatiKu.
"Gimana Fer, bereskan,,"? Bob bertanya.,
beres "jawabKu.
"dari awal tadi aku sudah yakin sama kamu"...Bob tersenyum.
Bob adalah salah satu temanku dan juga sahabat dari mendiang suamiku, ia juga sama denganku belum menyelesaikan kuliahnya.
Muta-mutar yuk" ajaknya.
kemana"tanyaku
cari yang asyik"jawabnya singkat.
Kami pun melangkah menuju Feroza black shadow milik Bob.
Sampai disebuah tempat dikotaKu, Bob pun melangkah masuk menuju sebuah kafe didalam gedung tua itu, Aku masih bengong memperhatikan adegan-adegan dan aktifitas yang menurutKu sangat aneh, memang Aku bukan keturunan Kyai OR ustadz, tapi Aku ini adalah orang alim 100%.Sumpah ni gue......
Bob...."aku mau kabur aja dan cabut dari sini.
epp..eppp tunggu dulu Fer, kita cuma nongrong aja kok disini"jelasnya.
tapi aku mulai gak nyaman disini "keluhKu.
ruang gelap dengan tatapan wanita-wanita bermata liar, membuatku jadi merinding. Aku hanya mencoba mengalihkan pandangan dan menghisap pipet teh botol yang sudah kempes dari tadi karena airnya sudah habis.
Bocah kecil banyak yang berkeliaran disekitar gedung tua itu, salah satu bocah itu menghampiriKu sambil menampungkan tangannya, Ku ambil uang receh disaku yang masih tersisa kembalian kertas fotocopy dikampus tadi, bocah itu memandang sinis melihatKu, mungkin dalam pikirannya Aku ini pelit, mungkin juga biasanya pengunjung yang lain memberi uang kertas ribuan.Melihat tingkah bocah itu membuatKu merasa sedikit jengkel.
Bob pun menenangkanKu,ia mengatakan aku tak perlu marah melihat gelagat siBocah, Karena bocah-bocah itu tidak ada yang mendidiknya, maklum katanya ia anak-anak seribu ayah.
Jadi bob"....?desisKu...,
iya...anak-anak itu hasil dari kreatifitas pengunjung dan penanti tamu disini"jawab Bob memotong pertanyaanku.
Bisa jadi bocah yang tadi itu adalah anakKu, karena aku sudah berlangganan disini 6 tahun lebih, makanya aku tidak mau memarahi mereka"Tambah Bob tanpa beban, seolah-olah ia tidak takut dengan kutukan tuhan.
Astaga....Kamu gila Bob''ucapKu
yachh...begitulah Aku"jawabnya tersenyum geli.
Tak lama kami duduk datanglah seorang cewek menghampiri Bob.
"Sungguh Aku tiada menyangka kotaKu yang terkenal dengan budaya dan adat istiadat ternyata menyimpan kehidupan bawah tanah yang gelap gulita penuh dengan limbah dosa-dosa....
sebuah catatanku di perjalanan minggu lalu..............::::
"jreng....jreng...jalan ku masih panjang...." itu kalimat diakir nyanyian pengamen malam di BUS ALISMA jurusan PKU, karena BUS juga kosong kedua nak muda pengamen itu duduk dibangku belakangku, mereka berbincang berkomentar tentang kondisi bus yang kosong
A (anak muda pertama): sepi ya busnya penumpangnya dikit, gimana beli bensinnya ya???
B (anak muda kedua) : yah...ginilah hidup sekarang kawan..susah cari makan, dapat dua perginya tiga
A: iya sih.. aku kepikiran nasib kita, dijaman susah ini gimana kita mau dapat kerja sekolah aja ga
B : kalau disesali emang jadi sedih ya..kita ga sekolah karena ngikutin pergaulan, ga salah kl ibuku benci sama aku karena nakal..
A : trus gimana rencanamu selanjutnya
B : kita ga mungkin ngamen seumur hidup kawan, sementara kebutuhan kita terus meningkat dan kita juga laki2 nanti bakal punya tanggung jawab.....ahk...
anak muda B menghela napasnya panjang, serasa ada sesuatu yg baru saja disadarinya atau tepatnya seperti baru saja bangun dari mimpi panjangnya...
B : aku ingin jadi orang sukses mungkin dengan berjualan rencananya aku mau ikut saudaraku berjualan di tanah abang Jakarta..mungkin dengan tekun aku bisa berhasil kawan...seperti kata pepatah tekun pangkal kaya...hahahahahah
mereka tertawa, lalu diam sejenak..
B : kl kamu apa rencananya kawan?
A : aku juga mau merantau ke Jakarta, tapi aku ga punya saudara disana dan aku ga punya keahlian apa2....rencananya dengan bermodal tampang ku ini aku mau cari janda kaya aja buat dinikahi...setidaknya hidup aku terjaminlah...
aku menelan ludah mendengar ucapan pemuda itu...trus aku menoleh kewajah pemuda itu... melihat wajahnya....semoga saja kamu cepat sadar dengan cita2mu itu anak muda...!!! wajahnya seperti ahmad albar...plus rambut dan kulitnya... kasihan yg bakal jadi korban anak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar